JURUS JITU MENGENALI DIRI SENDIRI: Jurus Cerdas Kenali Potensimu

1. Ada apa dalam diri manusia?
Menurut para pemikir Islam, dalam diri manusia terdapat beberapa unsur yaitu akal, nafsu, qalbu dan ruh. Oke, dengan membaca basmalah kita bahas bareng2 keempat unsur tersebut.
The first ada apa dg akal? Menurut Prof. Dr. Harun Nasution akal bukanlah otak, melainkan daya berpikir yg terdapat dlm jiwa manusia. Hal ini dipertegas oleh pemikiran T.M. Usman el-Muhammady dlm bukunya yg berjudul Ilmu Ketuhanan Yang Maha Esa. Beliau mendefinisikan akal dlm bahasa Arab yg berarti ikatan antara pikiran (al-fikr), perasaan (al-wujdan), dan kemauan (al-iradah). Bila ikatan itu terlepas maka tdk bisa dinamakan akal. Jadi dlm Islam akal mengandung 3 unsur yaitu pikiran, perasaan dan kemauan.
Dlm Islam, kedudukan akal sangatlah tinggi. Ini bisa dilihat dari banyaknya keterangan tersebut dlm al-Qur’an. Ibnu Khaldun pernah berkata: “akala adlh sebuah timbangan yg cermat, yg hasilnya asli dan bisa dipercaya. Tapi penggunaan akal utk menimbang soal2 yg berhubungan dg keesaan Allah atau kehidupan di akhirat kelak atau hakikat kenabian (nubuwwah) atau hakikat sifat2 ketuhanan atau lain2 soal yg terletak di luar kesanggupan akal adlh sama dg mencoba mempergunakan timbangan tukang emas utk menimbang gunung. Ini tdklah berarti bahwa timbangan itu sendiri tdk boleh dipercaya”.
Dari ucapan Ibnu Khaldun di atas bira diambil kesimpulan bahwa akal memiliki keterbatasan karena akal sama seperti timbangan. Para filsuf Islam membagi akal menjadi 2. Pertama akal praktis, yaitu akal yg berfungsi menyerap hal2 yg bersumber dari benda2 (materi) melalui indra pengingat. Kedua akal teoritis, yakni akal yg mampu menyerap makna2 selain materi (murni), seperti Tuhan, ruh dan malaikat.
Dlm menjalankan fungsinya akal teoritis memiliki 4 tahapan:
a. Akal material (al-aql al-hayulani) yaitu akal yg msh berbentuk potensi. Pada tahapan ini akal memiliki kemampuan menyerap arti2 murni yg tdk terdapat dlm materi alias masih tersimpan. Akal baru bisa menangkap sesuatu dari luar jika mendapat rangsangan.
b. Akal bakat (al-aql al-malakah) ialah akal yg mempunyai kempampuan berpikir abstrak secara murni. Pada tahap ini akal tlh mampu menyerap hal2 yg bersifat abstrak. Akal ini melakukan abstraksi.
c. Akal aktual (al-aql bil fil) yaitu akal yg lebih gampang dan lebih banyak menyimpan pengertian dan kaidah umum yg dimaksud. Pada tahapan ini akal menjadi kamus besar tentang arti2 abstrak dan bisa mengeluarkannya sesuai kemauan manusia. Akal ini utk menyimpan kemampuan hasil abstraksi.
d. Akal perolehan (al-aql al-mustafad) adalah akal yg sangat mudah mengeluarkan arti2 abstrak. Pada tahapan ini akal telah memiliki kemampuan menghasilkan pengertian sebenarnya.
Terus…., bagaimana dg nafsu? Ada apa dg nafsu? Yang disebut nafsu di sini bukan nafsu seperti yg dipahami secara umum. Melainkan nafsu yg tersebut dlm al-Qur’an: nafsu amarah, nafsu lawwamah, nafsu muthmainnah, nafsu mulhamah, nafsu musawwalah, nafsu radliyah, nafsu mardliyah, nafsu kamilah. Apa saja arti para nafsu2 tersebut?
– Nafsu amarah
Nafsu yg belum bisa membedakan antara yg baik dan yg buruk, antara yg benar dan yg salah.
– Nafsu lawwamah
Nafsu kesadaran. Nafsu ini bisa memiliki kemampuan menyadarkan seseorang, bahwa ia telah melakukan kesalahan atau yg dilakukannya adlh salah.
– Nafsu muthmainnah
Nafsu untuk berbuat kebajikan serta menolak tindakan yg tercela.
– Nafsu mulhamah
Unsur jiwa yg menerima ilham dari Tuhan, contohnya berbentuk pengetahuan.
– Nafsu musawwalah
Nafsu pembeda antara yg baik dan yg buruk. Namun nafsu ini tdk mempersoalkan nilai aktivitas yg dilakukannya. Hanya melakukan apa yg diinginkannya.
– Nafsu radliyah
Unsur jiwa yang menginsafi apa yg diterimanya dan mengeluarkan rasa syukur dlm menerima ridla Allah.
– Nafsu mardliyah
Nafsu yg senantiasa menerima ridla Allah.
– Nafsu kamilah
Unsur jiwa yg tlh memiliki kesempurnaan baik luar maupun dalam.
Ada apa dg qalbu? Qalbu dlm bahasa Indonesia biasa ditulis kalbu. Kalbu sering disamakan dg jantung atau fuad (hati) atau sanubari. Jadi kalbu adlh hati manusia. Namun hati yg dimaksud bukanlah hati yg berbentuk benda. Hati yg dimaksud di sini adlh sesuatu yg bersifat abstrak, tdk berbentuk, tdk pula bisa dimengerti hakikatnya.
Dg hati seseorang bisa merasakan, menerima kesan. Hati adlh kekuatan yg tersembunyi dlm pikiran dan indra manusia. Hati bisa merasakan kesan yg tersirat maupun yg tersurat, merasakan inayah dan taufiq.
Ada apa dg ruh? Dlm diri manusia, ruh memiliki fungsi yg sangat penting. Sering kita dengar “seseorang meninggal diakibatkan ruhnya tlh dicabut, atau diambil dari raganya”. Ruh adlh kehidupan, anugerah yg diberikan oleh Allah swt utk manusia. Hanya Allah yg mengetahui bentuk serta hakikatnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: