Pusing 7 Keliling

Mei 29, 2009

Sebelumnya saya minta maaf kalau para pembaca rada enek mbaca postingan saya ini. Ya, saya sekarang memang sedang berusaha mengasah kemampuan menulis saya dg menulis apa saja yg terlintas di otak saya. Oke, langsung kita mulai.

Ujian akhir semester sebentar lagi akan menjemputku. Benar2 tdk terasa waktu berlalu dg begitu cepat. Di samping itu ada hal2 yg lebih mengerikan lagi, yaitu:
1. Saya tdk pernah belajar.
2. Saya sering bolos (tdk masuk sekolah).
3. Saya sering tidur sewaktu bpk guru sedang menerangkan pelajaran.
4. Saya sedang holic2nya sama internet dan ngeblog.
5. Penyakit malas mengaji, ibadah, wiridan dan hal2 positif lainnya semakin menjangkiti saya walaupun tdk separah beberapa hari kemarin yg sampai2 saya melalaikan tugas2 ndalem saya.

Aduh, point2 ini benar2 membuat saya jadi pusing 7 keliling. Saya jadi merasa sangat bersalah pada kedua orang tua saya. Betapa tdk tahu balas budinya saya ini. Sehari-hari hanya menghabiskan uang saku dari orang tua untuk jajan dan beli pulsa.

Masa2 ini mungkin masa2 kelam saya. Tapi apa kelak akan ada masa2 terang bagi saya? Bukankah seseorang akan menghadapi segala hal pada hari selanjutnya sesuai dg apa yg dilakukan pada hari sebelumnya? Singkatnya, hari esok adlh konsekuensi hari ini dan hari ini adlh konsekuensi hari kemarin. Tapi apa salahnya kita tetap berharap akan rahmat dan taufiq dari Allah, Dzat yg mampu mewujudkan apa saja yg dikehendakinya dg tanpa ada unsur susah payah sedikitpun. Benar2 konsep keTuhanan yg sempurna (apa katamu? Konsep keTuhanan? Berarti kamu sebenarnya tdk percaya terhadap eksistensi Tuhan itu sendiri sehingga kamu menganggap statemen tersebut hanya konsep belaka?). Huh, terserahlah apa interpretasimu terhadap ucapanku tersebut. Yang penting aku masih bersyahadat. O ya, ngomong2 tentang syahadat, kata guruku (Bapak Marsikhon Mansur, guru yg menurutku benar2 sosok yg tegas. Mungkin beliau adalah cerminan dari pribadi al-Faruqnya Umar bin Khattab) penerjemahan asyhadu dlm bahasa Indonesia yg biasanya adlh membaca syahadat adlh salah besar (bukan masalah sepele lagi!). Penerjemahan tersebut sangat jauh dg apa yg dimaksudkan dari syahadat itu sendiri. Menurut beliau, yg dimaksudkan dg syahadat yaitu penyaksian dlm hati dg penuh keyakinan (bukan sekedar membaca yg akan berimbas pada pendangkalan makna).

Kembali ke bahasan semula, yaitu prospek saya ke depan. Ada satu poin penting yg tentang prospek tersebut dan sekarang sedang berkecamuk dlm pikiran saya dan membuat saya jadi terobsesi. Hal itu berhubungan dg uang saku itu tadi. Saya ingin punya penghasilan sendiri. Sehingga bad habitku tidak sampai menyengsarakan orang tuaku. Dan yg menjadi sasaran saya yaitu internet. Tapi melihat sikon yang seperti ini, kalaupun obsesi saya ini bisa terwujud, setidaknya akan butuh waktu yg tdk sedikit.

Hm, semoga saja setelah saya memposting tulisan ini, Allah berkenan untuk mengetuk pintu batin saya, sehingga saya:
1. Kembali ke jalur utama saya, yakni jalur fithrah yg telah digariskan oleh Allah untuk saya.
2. Mampu lebih banyak melakukan tindakan idkholus surur kepada orang lain (tidak hanya diri sendiri/nafsu saja yg di-idkholus surur-i).
3. Diberikan taufiq oleh Allah untuk tetap bisa eksis di dunia blog. Karena di dunia yg satu inilah saya menemukan sesuatu yg beda, yaitu kepuasan batin yg tiada tara.
4. Mampu menjadikan blog ini sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah serta peningkatan iman dan taqwa.
5. Selalu tunduk pada guru2 saya, terutama guru batin saya yg tercinta Syaikhuna Sholahuddin Abd. Jalil Mustaqiem.
6. Mampu memberikan klimaks yg sempurna pada kedua orang tua saya dan keluarga besar saya yg mampu menghapus semua anti klimaks yg sejauh ini masih berlarut-larut.
7. Senantiasa mendapat limpahan nur Muhammad.
8. Sanggup mencintai Allah, Rasulullah dan ahli bait beliau melebihi segala sesuatu.

Umar bin Khattab: Asal-usul Julukan al-Faruq

Mei 29, 2009

Umar bin Khattab adlh seorang khulafaur rasyidin yg terkenal dg ketegasan dan sikap tak kenal komprominya. Saking tegasnya, beliau mendapat julukan al-Faruq (yg membedakan antara haq dan bathil). Adapun beliau mendapat julukan tersebut tentunya ada peristiwa yg melatarbelakanginya. Di sini akan saya nukil cerita yg melatarbelakangi penjulukan tersebut dari kitab Maroh Labid karya Imam Nawawi:

Pada suatu ketika, ada seorang munafiq yg bermusuhan dg seorang Yahudi. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, si Yahudi memberi usulan untuk meminta putusan pd Rasulullah saw. Dia berkata, “Di antara kita ada Abul Qosim (Nabi Muhammad saw).” Sedangkan si munafiq yg mengetahui kredibilitas Rasulullah saw yg tdk mungkin menerima suap dan juga ia berada pada pihak yg bersalah, ia mengusulkan untuk meminta putusan pada orang lain yg sangat mungkin untuk memenangkannya dlm urusan ini karena kegemarannya dlm menerima suap. Ia mengusulkan Ka’b ibn al-Asyraf sebagai kandidat pemutus perselisihan ini. Si munafiq berkata, “Di antara kita ada Ka’b ibn al-Asyraf.” Untungnya, si Yahudi tdk tertipu oleh kelicikan si munafiq. Dia tetap bersikeras untuk meminta putusan pada Rasulullah.
Setelah mereka berdua sowan pada Rasulullah dan meminta putusan beliau, ternyata apa yg ditakut2kan oleh si munafiq menjadi kenyataan, yaitu Rasulullah memenangkan si Yahudi. Setelah keluar dari kediaman Rasulullah, si munafiq tdk merasa puas dan mengajak untuk meminta putusan pada Abu Bakr ra.
Setali tiga uang, putusan Abu Bakr pun senada dg putusan Rasulullah. Mendapatkan putusan yg sama dari 2 orang yg terpercaya, bukannya si munafiq menyerah dan mengakui kekalahannya tapi malah menantang untuk mendatangi Umar bin Khattab yg terkenal akan ketegasan serta kebengisannya itu. Sesampai di kediaman Umar, si Yahudi menjelaskan duduk perkaranya serta menjelaskan pula putusan Rasulullah dan Abu Bakr yg memvonis si munafiq sebagai pihak yg bersalah, namun si munafiq tetap tdk mau mengaku bersalah. Mendengar cerita si Yahudi, Umar meminta konfirmasi dari si munafiq, “Apa benar yg dikatakan oleh Yahudi tersebut?” Si munafiq menjawab, “Ya!”. Kemudian Umar berkata lagi, “Tunggu sebentar, aku ada keperluan. Mari masuk dulu! Setelah itu aku akan memberikan putusan pada kalian berdua.”. Setelah keluar, ternyata yg dibawa Umar bukan hidangan atau yg lainnya, akan tetapi yg disuguhkannya yaitu pedang kesayangannya yang sesaat kemudian Umar gunakan untuk menebas leher si munafiq. Seiring dg terkulainya jasad si munafiq, Umar berkata, “Inilah putusanku bagi orang yg tdk ridlo dg putusan Allah dan Rasulullah.” Melihat kejadian yg mengerikan tersebut, si Yahudi langsung lari ketakutan.
Ternyata urusannya tdk sampai di situ. Mengetahui apa yg telah dilakukan Umar terhadap si munafiq, keluarga si munafiq tersebut mengadu pada Rasulullah. Akan tetapi sayang sekali, Rasulullah memihak kpd Umar setelah didatangi oleh malaikat Jibril yg melegalkan tindakan Umar tersebut dan kemudian memberikan julukan al-Faruq pada Umar.

Demikianlah kisah teladan shahabat Rasulullah yg patut untuk diteladani. Semoga kita senantiasa mendapat limpahan barokah dari Umar bin Khattab sehingga kita mampu membedakan antara yg haq dan yg bathil di zaman yg sudah serba kabur ini.

Umar bin Khattab: Asal-usul Julukan al-Faruq

Mei 29, 2009

Umar bin Khattab adlh seorang khulafaur rasyidin yg terkenal dg ketegasan dan sikap tak kenal komprominya. Saking tegasnya, beliau mendapat julukan al-Faruq (yg membedakan antara haq dan bathil). Adapun beliau mendapat julukan tersebut tentunya ada peristiwa yg melatarbelakanginya. Di sini akan saya nukil cerita yg melatarbelakangi penjulukan tersebut dari kitab Maroh Labid karya Imam Nawawi:

Pada suatu ketika, ada seorang munafiq yg bermusuhan dg seorang Yahudi. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, si Yahudi memberi usulan untuk meminta putusan pd Rasulullah saw. Dia berkata, “Di antara kita ada Abul Qosim (Nabi Muhammad saw).” Sedangkan si munafiq yg mengetahui kredibilitas Rasulullah saw yg tdk mungkin menerima suap dan juga ia berada pada pihak yg bersalah, ia mengusulkan untuk meminta putusan pada orang lain yg sangat mungkin untuk memenangkannya dlm urusan ini karena kegemarannya dlm menerima suap. Ia mengusulkan Ka’b ibn al-Asyraf sebagai kandidat pemutus perselisihan ini. Si munafiq berkata, “Di antara kita ada Ka’b ibn al-Asyraf.” Untungnya, si Yahudi tdk tertipu oleh kelicikan si munafiq. Dia tetap bersikeras untuk meminta putusan pada Rasulullah.
Setelah mereka berdua sowan pada Rasulullah dan meminta putusan beliau, ternyata apa yg ditakut2kan oleh si munafiq menjadi kenyataan, yaitu Rasulullah memenangkan si Yahudi. Setelah keluar dari kediaman Rasulullah, si munafiq tdk merasa puas dan mengajak untuk meminta putusan pada Abu Bakr ra.
Setali tiga uang, putusan Abu Bakr pun senada dg putusan Rasulullah. Mendapatkan putusan yg sama dari 2 orang yg terpercaya, bukannya si munafiq menyerah dan mengakui kekalahannya tapi malah menantang untuk mendatangi Umar bin Khattab yg terkenal akan ketegasan serta kebengisannya itu. Sesampai di kediaman Umar, si Yahudi menjelaskan duduk perkaranya serta menjelaskan pula putusan Rasulullah dan Abu Bakr yg memvonis si munafiq sebagai pihak yg bersalah, namun si munafiq tetap tdk mau mengaku bersalah. Mendengar cerita si Yahudi, Umar meminta konfirmasi dari si munafiq, “Apa benar yg dikatakan oleh Yahudi tersebut?” Si munafiq menjawab, “Ya!”. Kemudian Umar berkata lagi, “Tunggu sebentar, aku ada keperluan. Mari masuk dulu! Setelah itu aku akan memberikan putusan pada kalian berdua.”. Setelah keluar, ternyata yg dibawa Umar bukan hidangan atau yg lainnya, akan tetapi yg disuguhkannya yaitu pedang kesayangannya yang sesaat kemudian Umar gunakan untuk menebas leher si munafiq. Seiring dg terkulainya jasad si munafiq, Umar berkata, “Inilah putusanku bagi orang yg tdk ridlo dg putusan Allah dan Rasulullah.” Melihat kejadian yg mengerikan tersebut, si Yahudi langsung lari ketakutan.
Ternyata urusannya tdk sampai di situ. Mengetahui apa yg telah dilakukan Umar terhadap si munafiq, keluarga si munafiq tersebut mengadu pada Rasulullah. Akan tetapi sayang sekali, Rasulullah memihak kpd Umar setelah didatangi oleh malaikat Jibril yg melegalkan tindakan Umar tersebut dan kemudian memberikan julukan al-Faruq pada Umar.

Demikianlah kisah teladan shahabat Rasulullah yg patut untuk diteladani. Semoga kita senantiasa mendapat limpahan barokah dari Umar bin Khattab sehingga kita mampu membedakan antara yg haq dan yg bathil di zaman yg sudah serba kabur ini.

Effenberg: Beckham licik

Mei 28, 2009

Sebagai seorang milanisti, tentu saja telinga saya panas ketika pemain Milan dihujat oleh seorang Stefan Effenberg, mantan gelandang Bayern Munich. Dia menyebut kalau Beckham, pemain Milan yg dipinjam dari LA Galaxy adalah pemain licik yg suka menyeruduk dari belakang. Secara, bisa saja Beckham melakukan itu karena memang kondisi yg memaksa. Atau bisa saja itu memang gaya bermain Beckham. Bebas saja kan, pemain punya gaya permainan seperti apapun asalkan tdk sampai pada taraf mencelakai pemain lain. Dan terbukti dg gaya permainan yg seperti itu, Beckham sangat jarang mencederai pemain lain. Kemungkinan itu hanya sekedar apologi dari Effenberg belaka yg mungkin punya sejenis dendam pribadi kpd Beckham dg tujuan untuk memojokkannya.

Sepakbola Fantastik (BARCELONA) Menundukkan Sepakbola Luar Biasa (MANCHESTER UNITED)

Mei 28, 2009

Benar2 sepakbola indah nan atraktif yg dipersembahkan oleh para punggawa Barcelona fc. Tim ini mampu membuat sang juara bertahan, Manchester United meringkuk tak berdaya. Memang patut sekali tim Catalan ini meraih treble (tripleta) di musim ini mengingat kecemerlangan dan konsistensi mereka sepanjang musim. Adapun di antara faktor utama kesuksesan mereka yaitu:
1. Strategi sepakbola spesial yg diracik oleh pelatih muda Pep Guardiola di musim perdananya. Luar biasa kau Pep!
2. Skill para pemain yang relevan dg sepakbola agresifnya Guardiola.
3. Menggunakan tenaga pemain senior dan beberapa pemain muda, sehingga benar2 terjadi perpaduan yg sempurna.
4. Lionel Messi-lah sang pemain kunci. Aku yakin kau-lah yang akan menyandang gelar pemain terbaik dunia dan Eropa. Yang terpenting jagalah kerendah hatianmu, padi semakin tua semakin merunduk.
Itu beberapa faktor kesuksesan mereka menurut saya. Bagaimana dg anda?

Sepakbola Fantastik (BARCELONA) Menundukkan Sepakbola Luar Biasa (MANCHESTER UNITED)

Mei 28, 2009

Benar2 sepakbola indah nan atraktif yg dipersembahkan oleh para punggawa Barcelona fc. Tim ini mampu membuat sang juara bertahan, Manchester United meringkuk tak berdaya. Memang patut sekali tim Catalan ini meraih treble (tripleta) di musim ini mengingat kecemerlangan dan konsistensi mereka sepanjang musim. Adapun di antara faktor utama kesuksesan mereka yaitu:
1. Strategi sepakbola spesial yg diracik oleh pelatih muda Pep Guardiola di musim perdananya. Luar biasa kau Pep!
2. Skill para pemain yang relevan dg sepakbola agresifnya Guardiola.
3. Menggunakan tenaga pemain senior dan beberapa pemain muda, sehingga benar2 terjadi perpaduan yg sempurna.
4. Lionel Messi-lah sang pemain kunci. Aku yakin kau-lah yang akan menyandang gelar pemain terbaik dunia dan Eropa. Yang terpenting jagalah kerendah hatianmu, padi semakin tua semakin merunduk.
Itu beberapa faktor kesuksesan mereka menurut saya. Bagaimana dg anda?

JURUS JITU MENGENALI DIRI SENDIRI: Jurus Cerdas Kenali Potensimu

Mei 24, 2009

1. Ada apa dalam diri manusia?
Menurut para pemikir Islam, dalam diri manusia terdapat beberapa unsur yaitu akal, nafsu, qalbu dan ruh. Oke, dengan membaca basmalah kita bahas bareng2 keempat unsur tersebut.
The first ada apa dg akal? Menurut Prof. Dr. Harun Nasution akal bukanlah otak, melainkan daya berpikir yg terdapat dlm jiwa manusia. Hal ini dipertegas oleh pemikiran T.M. Usman el-Muhammady dlm bukunya yg berjudul Ilmu Ketuhanan Yang Maha Esa. Beliau mendefinisikan akal dlm bahasa Arab yg berarti ikatan antara pikiran (al-fikr), perasaan (al-wujdan), dan kemauan (al-iradah). Bila ikatan itu terlepas maka tdk bisa dinamakan akal. Jadi dlm Islam akal mengandung 3 unsur yaitu pikiran, perasaan dan kemauan.
Dlm Islam, kedudukan akal sangatlah tinggi. Ini bisa dilihat dari banyaknya keterangan tersebut dlm al-Qur’an. Ibnu Khaldun pernah berkata: “akala adlh sebuah timbangan yg cermat, yg hasilnya asli dan bisa dipercaya. Tapi penggunaan akal utk menimbang soal2 yg berhubungan dg keesaan Allah atau kehidupan di akhirat kelak atau hakikat kenabian (nubuwwah) atau hakikat sifat2 ketuhanan atau lain2 soal yg terletak di luar kesanggupan akal adlh sama dg mencoba mempergunakan timbangan tukang emas utk menimbang gunung. Ini tdklah berarti bahwa timbangan itu sendiri tdk boleh dipercaya”.
Dari ucapan Ibnu Khaldun di atas bira diambil kesimpulan bahwa akal memiliki keterbatasan karena akal sama seperti timbangan. Para filsuf Islam membagi akal menjadi 2. Pertama akal praktis, yaitu akal yg berfungsi menyerap hal2 yg bersumber dari benda2 (materi) melalui indra pengingat. Kedua akal teoritis, yakni akal yg mampu menyerap makna2 selain materi (murni), seperti Tuhan, ruh dan malaikat.
Dlm menjalankan fungsinya akal teoritis memiliki 4 tahapan:
a. Akal material (al-aql al-hayulani) yaitu akal yg msh berbentuk potensi. Pada tahapan ini akal memiliki kemampuan menyerap arti2 murni yg tdk terdapat dlm materi alias masih tersimpan. Akal baru bisa menangkap sesuatu dari luar jika mendapat rangsangan.
b. Akal bakat (al-aql al-malakah) ialah akal yg mempunyai kempampuan berpikir abstrak secara murni. Pada tahap ini akal tlh mampu menyerap hal2 yg bersifat abstrak. Akal ini melakukan abstraksi.
c. Akal aktual (al-aql bil fil) yaitu akal yg lebih gampang dan lebih banyak menyimpan pengertian dan kaidah umum yg dimaksud. Pada tahapan ini akal menjadi kamus besar tentang arti2 abstrak dan bisa mengeluarkannya sesuai kemauan manusia. Akal ini utk menyimpan kemampuan hasil abstraksi.
d. Akal perolehan (al-aql al-mustafad) adalah akal yg sangat mudah mengeluarkan arti2 abstrak. Pada tahapan ini akal telah memiliki kemampuan menghasilkan pengertian sebenarnya.
Terus…., bagaimana dg nafsu? Ada apa dg nafsu? Yang disebut nafsu di sini bukan nafsu seperti yg dipahami secara umum. Melainkan nafsu yg tersebut dlm al-Qur’an: nafsu amarah, nafsu lawwamah, nafsu muthmainnah, nafsu mulhamah, nafsu musawwalah, nafsu radliyah, nafsu mardliyah, nafsu kamilah. Apa saja arti para nafsu2 tersebut?
– Nafsu amarah
Nafsu yg belum bisa membedakan antara yg baik dan yg buruk, antara yg benar dan yg salah.
– Nafsu lawwamah
Nafsu kesadaran. Nafsu ini bisa memiliki kemampuan menyadarkan seseorang, bahwa ia telah melakukan kesalahan atau yg dilakukannya adlh salah.
– Nafsu muthmainnah
Nafsu untuk berbuat kebajikan serta menolak tindakan yg tercela.
– Nafsu mulhamah
Unsur jiwa yg menerima ilham dari Tuhan, contohnya berbentuk pengetahuan.
– Nafsu musawwalah
Nafsu pembeda antara yg baik dan yg buruk. Namun nafsu ini tdk mempersoalkan nilai aktivitas yg dilakukannya. Hanya melakukan apa yg diinginkannya.
– Nafsu radliyah
Unsur jiwa yang menginsafi apa yg diterimanya dan mengeluarkan rasa syukur dlm menerima ridla Allah.
– Nafsu mardliyah
Nafsu yg senantiasa menerima ridla Allah.
– Nafsu kamilah
Unsur jiwa yg tlh memiliki kesempurnaan baik luar maupun dalam.
Ada apa dg qalbu? Qalbu dlm bahasa Indonesia biasa ditulis kalbu. Kalbu sering disamakan dg jantung atau fuad (hati) atau sanubari. Jadi kalbu adlh hati manusia. Namun hati yg dimaksud bukanlah hati yg berbentuk benda. Hati yg dimaksud di sini adlh sesuatu yg bersifat abstrak, tdk berbentuk, tdk pula bisa dimengerti hakikatnya.
Dg hati seseorang bisa merasakan, menerima kesan. Hati adlh kekuatan yg tersembunyi dlm pikiran dan indra manusia. Hati bisa merasakan kesan yg tersirat maupun yg tersurat, merasakan inayah dan taufiq.
Ada apa dg ruh? Dlm diri manusia, ruh memiliki fungsi yg sangat penting. Sering kita dengar “seseorang meninggal diakibatkan ruhnya tlh dicabut, atau diambil dari raganya”. Ruh adlh kehidupan, anugerah yg diberikan oleh Allah swt utk manusia. Hanya Allah yg mengetahui bentuk serta hakikatnya.

Misteri Syekh Abdul Qadir al Jailani

Mei 21, 2009

Syekh abdul qodir al Jailani berkata kepada murid2nya, “wahai orang yg ingin menimba ilmu tasawuf, khususnya ilmu ma’rifat! Beramallah kepada Allah swt dan jangan sekali-kali meminta upah dariNya meskipun hanya sebiji sawi. Bekerjalah untuk Allah sebagai sang majikan. Jangan minta imbalan pahala. Tetapi mintalah keridhaanNya agar engkau bisa dekat denganNya. Inilah upah yg lebih mulia daripada pahala. Sebab jika Allah telah meridhaimu, maka engkau menjadi dekat dgNya, baik di dunia maupun di akhirat. Jika engkau telah dekat, maka apa saja yang kau harapkan akan dikabulkanNya. Lebih baik dari itu, jika hal itu engkau lakukan dg sungguh2 dan sempurna, maka mata hatimu akan tajam dalam memandang. Makna menjadi terbentuk, yang gaib menjadi tampak dan firasat menjadi kasat mata.”
Banyak orang yg kenal nama syekh abdul qadir al jilany, tetapi tidak banyak yg mengetahui misteri puncak ajarannya; ajaran ilmu sejati. Kita hanya mengenal bahwa syekh adalah seorang yg sakti mandraguna. Tetapi tdk pernah punya keinginan utk mempelajari warisannya berupa ilmu tentang qalbu dan ketuhanan yg luar biasa.
Sesungguhnya kesaktian syekh dikarenakan ilmu sejati yg diamalkannya dan diajarkan kpd murid2nya pd setiap kesempatan.

Hello world!

Mei 19, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!