Umar bin Khattab: Asal-usul Julukan al-Faruq

Umar bin Khattab adlh seorang khulafaur rasyidin yg terkenal dg ketegasan dan sikap tak kenal komprominya. Saking tegasnya, beliau mendapat julukan al-Faruq (yg membedakan antara haq dan bathil). Adapun beliau mendapat julukan tersebut tentunya ada peristiwa yg melatarbelakanginya. Di sini akan saya nukil cerita yg melatarbelakangi penjulukan tersebut dari kitab Maroh Labid karya Imam Nawawi:

Pada suatu ketika, ada seorang munafiq yg bermusuhan dg seorang Yahudi. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, si Yahudi memberi usulan untuk meminta putusan pd Rasulullah saw. Dia berkata, “Di antara kita ada Abul Qosim (Nabi Muhammad saw).” Sedangkan si munafiq yg mengetahui kredibilitas Rasulullah saw yg tdk mungkin menerima suap dan juga ia berada pada pihak yg bersalah, ia mengusulkan untuk meminta putusan pada orang lain yg sangat mungkin untuk memenangkannya dlm urusan ini karena kegemarannya dlm menerima suap. Ia mengusulkan Ka’b ibn al-Asyraf sebagai kandidat pemutus perselisihan ini. Si munafiq berkata, “Di antara kita ada Ka’b ibn al-Asyraf.” Untungnya, si Yahudi tdk tertipu oleh kelicikan si munafiq. Dia tetap bersikeras untuk meminta putusan pada Rasulullah.
Setelah mereka berdua sowan pada Rasulullah dan meminta putusan beliau, ternyata apa yg ditakut2kan oleh si munafiq menjadi kenyataan, yaitu Rasulullah memenangkan si Yahudi. Setelah keluar dari kediaman Rasulullah, si munafiq tdk merasa puas dan mengajak untuk meminta putusan pada Abu Bakr ra.
Setali tiga uang, putusan Abu Bakr pun senada dg putusan Rasulullah. Mendapatkan putusan yg sama dari 2 orang yg terpercaya, bukannya si munafiq menyerah dan mengakui kekalahannya tapi malah menantang untuk mendatangi Umar bin Khattab yg terkenal akan ketegasan serta kebengisannya itu. Sesampai di kediaman Umar, si Yahudi menjelaskan duduk perkaranya serta menjelaskan pula putusan Rasulullah dan Abu Bakr yg memvonis si munafiq sebagai pihak yg bersalah, namun si munafiq tetap tdk mau mengaku bersalah. Mendengar cerita si Yahudi, Umar meminta konfirmasi dari si munafiq, “Apa benar yg dikatakan oleh Yahudi tersebut?” Si munafiq menjawab, “Ya!”. Kemudian Umar berkata lagi, “Tunggu sebentar, aku ada keperluan. Mari masuk dulu! Setelah itu aku akan memberikan putusan pada kalian berdua.”. Setelah keluar, ternyata yg dibawa Umar bukan hidangan atau yg lainnya, akan tetapi yg disuguhkannya yaitu pedang kesayangannya yang sesaat kemudian Umar gunakan untuk menebas leher si munafiq. Seiring dg terkulainya jasad si munafiq, Umar berkata, “Inilah putusanku bagi orang yg tdk ridlo dg putusan Allah dan Rasulullah.” Melihat kejadian yg mengerikan tersebut, si Yahudi langsung lari ketakutan.
Ternyata urusannya tdk sampai di situ. Mengetahui apa yg telah dilakukan Umar terhadap si munafiq, keluarga si munafiq tersebut mengadu pada Rasulullah. Akan tetapi sayang sekali, Rasulullah memihak kpd Umar setelah didatangi oleh malaikat Jibril yg melegalkan tindakan Umar tersebut dan kemudian memberikan julukan al-Faruq pada Umar.

Demikianlah kisah teladan shahabat Rasulullah yg patut untuk diteladani. Semoga kita senantiasa mendapat limpahan barokah dari Umar bin Khattab sehingga kita mampu membedakan antara yg haq dan yg bathil di zaman yg sudah serba kabur ini.

Tag: , , ,

3 Tanggapan to “Umar bin Khattab: Asal-usul Julukan al-Faruq”

  1. KURNIA SEPTA Says:

    KITA HARUS MENJADIKANKANNYA PANUTAN

  2. Rio Says:

    Si singa padang pasir ini,memang pemimpin yg adil dan bijaksana. Rasullullah brsabda : andai saja ada nabi lagi setelah aku,maka umar lah orang’y.oh iya nama anak w jg w kasih nama Muhammad Umar Al-faruq,usia’y bru 2bln.smoga sprti umar RA.

  3. langit alfatih Says:

    saya sangat merindukan pemimpin seperti ini

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: